Discoblack-white.net – Striker Bayern Munchen Robert Lewandowski belum mau pensiun, Ia bahkan berencana untuk terus bermain sepak bola hingga berusia 40 tahun.

Lewandowski bermain untuk Bayer sejak tahun 2014. Selama ini ia sudah mencetak banyak gol dan membantu timnya meraih gelar Bundesliga enam kali beruntun.

Bomber asal Polandia itu sekarang berusia 32 tahun. Namun, mantan pemain Borussia Dortmund itu tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.

Sebaliknya, Lewandowski justru tampil semakin tajam di depan gawang lawan. Ia berhasil mencetak 55 gol dalam 47 pertandingan di semua kompetisi pada musim 2019/20 lalu.

Torehan itu membawa Bayern memenangi treble dan juga trofi Liga Champions pertama dalam kariernya.

Hebatnya lagi, Lewandowski menjadi pencetak gol terbanyak di tiga kompetisi yang dimenangi Bayern itu.

BACA JUGA: Arturo Vidal Ingin Hengkang Dari Barcelona

Delapan Tahun Lagi

Meski sudah berusia 32 tahun, Lewandowski tidak punya rencana pensiun dalam waktu dekat. Ia bahkan masih ingin bermain sekitar delapan tahun lagi.

“Mungkin delapan tahun,” kata Lewandowski kepada Kicker saat ditanya berapa lama lagi dia akan bermain.

“Mengakhiri karier di Bayern merupakan sebuah opsi, sudah pasti, tapi saya masih memiliki tahun-tahun di depan, tidak memikirkan tentang gantung sepatu.”

“Saya tidak merasa seperti sudah berusia 32 tahun, Dan justru merasa sekarang lebih baik daripada saat berusia 26 tahun.

Saya bekerja secara spesifik dalam beberapa tahun terakhir untuk mencapai level optimal saya.”

Tidak Dapat Sepatu Emas Eropa

Terlepas dari musimnya yang luar biasa, Lewandowski kecewa karena tidak mendapat Sepatu Emas Eropa.

Ia mencetak 34 gol dalam 31 pertandingan Bundesliga, sedangkan sang pemenang Ciro Immobile mencetak 36 gol dalam 37 pertandingan untuk Lazio di Serie A.

“Saya pikir ini sangat disayangkan kami memiliki empat pertandingan lebih sedikit di Bundesliga,” tambah Lewandowski.

“Persaingan akan lebih adil jika semua orang memainkan jumlah pertandingan yang sama. Jika kami memiliki 20 tim di liga, seperti di Italia, Spanyol, Inggris atau Prancis, itu akan lebih objektif.”