Hanta-virus

Discoblack-white.net – Di saat dunia masih ramai memerangi wabah Virus Corona / COVID-19, ada satu virus lagi yang tiba-tiba banyak diperbincangkan. Virus ini bernama Virus Hanta.

Pandemi Virus Corona baru atau SARS-CoV-2, di China muncul kembali kasus virus lain yang disebarkan oleh tikus yaitu, Hanta atau HantaVirus.

Penyebabnya adalah kabar dari China yang menyebut ada seseorang meninggal dunia di Provinsi Yunan dalam perjalanan ke Provinsi Shandong.

Baca juga: Pahami Formula dan cara membuat Disifektan untuk cegah COVID-19

Setelah dites, pria tersebut rupanya positif terinfeksi virus Hanta. Akibatnya, 32 orang lain yang berada dalam bus yang sama akhirnya juga dites.

Apa Itu Virus Hanta?

Kabar dari China tersebut tentu membuat warganet sempat panik. Namun, kepanikan ini tak lama kemudian bisa diredam karena virus Hanta ternyata tak terlalu berbahaya.

Rupanya, virus Hanta bukanlah jenis virus baru. Ia sudah ada sejak 1978. Menukil USA Today, Ia pertama kali muncul di dekat Sungai Hantan, Korea Selatan.

Setelah menginfeksi sekitar 3.000 orang, virus Hanta pun dimasukkan ke dalam famili Bunyaviridae yang dapat menyebabkan penyakit demam hemoroligik.

Berasal Dari Hewan Pengerat

Langsung dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, virus Hanta tak menular dari manusia ke manusia.

Virus ini hanya bisa diinfeksikan oleh hewan pengerat pada manusia lewat urin, feses, dan air liur. Virus ini juga tidak menular lewat udara.

Hampir mirip seperti virus Corona, virus Hanta juga menyerang alat pernapasan dengan gejala awal seperti kelelahan, demam, nyeri otot, dan pusing.

Empat hingga 10 hari setelah fase awal penyakit akan muncul gejala HPS lain, seperti batuk dan sesak napas.

Beberapa orang yang telah dinyatakan sembuh dari infeksi ini mengaku gejala yang mereka rasakan seperti ada tali yang mengikat atau bantal yang menutupi wajah sehingga mereka merasa kesulitan bernapas.Ini terjadi ketika paru-paru telah dipenuhi oleh cairan.