Discoblack-white.net –Bundesliga bersikeras ingin melanjutkan kompetisi pada akhir pekan depan meskipun skuad Dynamo Dresden dikarantina selama dua minggu.

Dua kompetisi sepak bola tertinggi di Jerman, Bundesliga dan 2.Bundesliga, rencananya akan dimulai lagi pada 16 Mei mendatang.

Sebelumnya, kedua kompetisi itu harus menghentikan gelarannya karena pandemi COVID-19.

Akan tetapi, rencana kompetisi bergulir lagi pada 16 Mei itu sempat diragukan bisa terlaksana.

Baca Juga: Masa Depan Philippe Coutinho ada di tangan satu orang ini

Pasalnya, salah satu klub 2.Bundesliga, Dynamo Dresden, memulangkan semua pemainnya setelah dua anggota skuadnya dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Dengan kondisi seperti itu, Dynamo Dresden jadi tidak dapat memainkan dua pertandingan pertama mereka pasca-penangguhan kompetisi, yakni melawan Hannover pada 17 Mei dan Greuther Fuerth pada akhir pekan berikutnya.

Namun, Presiden Bundesliga, Christian Seifert, mengatakan bahwa apa yang terjadi di Dresden tidak akan mengganggu rencana melanjutkan musim 2019-2020.

“Untuk divisi kedua itu, berarti saat ini dari 81 pertandingan, dua pertandingan Dynamo Dresden tidak dapat dimainkan,” ujar Seifert.

“Kita harus melihat bagaimana menghadapi situasi ini. Kami tidak akan mengubah tujuan dan rencana kami.”

“Tujuannya tetap, yakni menyelesaikan musim,” kata Seifert menambahkan.

Lebih lanjut, Seifert mengatakan bahwa masih ada banyak waktu luang bagi Dresden untuk memainkan semua pertandingan mereka yang tersisa.

Sebelum ada kasus Dresden ini, Bundesliga dan 2.Bundesliga sudah memiliki beberapa pertandingan yang tertunda karena alasan lain.

“Hanya karena mereka harus masuk karantina selama 14 hari tidak berarti kita harus mempertanyakan kelanjutan divisi dua,” ucap Seifert.

“Ada sejumlah pertandingan yang ditunda dan membuat tidak mungkin untuk menyelesaikan musim ini. Berapa jumlahnya, itu yang tidak bisa saya katakan.”

“Itu tergantung pada berapa banyak tim yang terpengaruh dan berapa banyak waktu yang tersisa untuk menyelesaikan musim,” tutur Seifert.