Discoblack-white.net – Kota Paris seketika berubah mengerikan usai Pari Saint-Germain (PSG) gagal juara Liga Champions, PSG ditumbangkan Bayern Di Final.

Di partai final yang digelar di Estadio da Luz, Portugal, Senin dini hari WIB, 24 Agustus 2020.

Suporter PSG tampaknya tak dapat menerima kekalahan menyakitkan itu. Mereka membuat kerusuhan di sekitar kota Paris dan stadion Parc des Princes.

Bahkan, suporter PSG terlibat bentrok dengan polisi anti huru-hara Perancis di Champs-Elysees, sebuah wilayah terkenal di Paris, seusai tim kesayangan mereka kalah.

Polisi pun harus menangkap 36 oknum suporter PSG akibat kerusahan itu.

Baca Juga: Final Liga Champions Ungkap Mbappe : Tanpa Penonton Aneh tapi Istimewa

Polisi anti huru-hara juga menggeruduk sebuah bar yang di dalamnya banyak orang tidak melaksanakan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker.

Tak sampai di situ, polisi juga terlibat keributan di wilayah barat Paris. Mereka menyemprotkan gas air mata kepada suporter PSG yang berkerumum di depan stadion.

PSG memang telah menyiapkan dua layar raksasa di Parc des Princes. Namun, suporter yang boleh hadir dibatasi cuma 5000 penonton karena aturan terkait pandemi virus COVID-19.

Namun, jumlah suporter yang hadir melebihi peraturan. Alhasil, banyak suporter yang berdiri di depan pintu masuk.

Bayangan pesta di bawah menara Eiffel pun sirna. Semuanya gara-gara tandukan maut Kingsley Coman di menit ke-59.

PSG pun gagal mencetak sejarah meraih gelar Liga Champions untuk pertama kalinya.

Selain itu, PSG gagal mengikuti jejak Marseille, satu-satunya tim Perancis yang berhasil meraih gelar juara di kompetisi kasta teratas Eropa itu.

Suporter yang kecewa akibat hasil ini bahkan sampai membakar sejumlah mobil yang terparkir di depan stadion.