Discoblack-white.net – Tensi panas, Dimitri Payet Mengganti Foto anjing Dengan wajah Neymar di Media Massa, yang saat ini terjadi perselisihan dari kedua tim.

Seperti diberitakan sebelumnya, perkelahian antarpemain mewarnai duel ini.

Akibat ribut-ribut ini, wasit terpaksa mengeluarkan kartu merah kepada lima pemain, salah satunya adalah Neymar yang dianggap menapuk kepala Alvaro Gonzalez.

Selain Neymar, empat pemain lainnya yang juga diganjar dengan kartu merah adalah Layvin Kurzawa, Leandro Paredes, Jordan Amavi, dan Dario Benedetto.

Saat Neymar berjalan keluar lapangan usai dikartu merah, ia menuduh Alvaro Gonzalez mengeluarkan kata-kata rasis kepadanya.

Keributan pun berlanjut ke media sosial Twitter. Neymar menyesal tak sempat meninju wajah Alvaro Gonzalez ketika masih di lapangan. Sementara itu, Gonzalez bersikukuh bahwa ia tak melakukan pelecehan rasis.

BACA JUGA: PSG Mengecam Rasial yang Menimpa Neymar

Situs Slot Online Menyediakan bonus terbesar, 1 User ID bisa bermain banyak Games
Dan kemenangan Termudah

Ulah Dimitri Payet

Tak cuma Alvaro Gonzalez yang bersuara di Twitter, bintang Marseille lainnya, Dimitri Payet rupanya tak mau ketinggalan meramaikan twiwar ini.

Payet bahkan lebih frontal kala membuat ejekan Neymar, ia menggungah sebuah foto yang sudah diedit dengan mengganti wajah sejumlah orang dengan wajah pemain dan pelatih Marseille.

Menariknya, Payet mengganti wajah seekor anjing yang sedang digendong Alvaro Gonzalez dengan wajah Neymar.

Pembelaan PSG

Sementara itu, PSG sendiri sudah merilis pernyataan sikap mereka terhadap keributan ini. PSG menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh kepada Neymar.

“Paris Saint-Germain sangat mendukung Neymar Jr.

yang disebut menjadi sasaran pelecehan rasial oleh pemain lawan,” demikian bunyi keterangan PSG di situs resmi klub.

“Klub menyatakan kembali bahwa tidak ada tempat untuk rasisme di masyarakat, di sepakbola atau dalam hidup kita, dan meminta semua orang untuk berbicara menentang semua bentuk rasisme di seluruh dunia.”

“Selama lebih dari 15 tahun, klub telah berkomitmen kuat untuk memerangi segala bentuk diskriminasi bersama mitranya, yakni SOS Racisme, Licra.

“Paris Saint-Germain menanti Komisi Disiplin LFP (Ligue De Football Professionnel) untuk menyelidiki dan memastikan fakta,

Dan klub bakal siap membantu LFP untuk bantuan yang diperlukan,”