Discoblack-white.net – Liga Champions segera tiba, Ada beberapa duel menarik yang ditunggu, salah satunya Barcelona menjamu Napoli di Camp Nou pada leg kedua 16 besar nanti.

Pertandingan ini diyakini bakal memberikan kejutan. Barca menyambut Napoli dengan modal kemenangan 1-1 di leg pertama, seharusnya mereka hanya perlu berusaha tidak kebobolan.

Masalahnya, Barca punya kebiasaan buruk di Liga Champions. Dalam dua musim terakhir, mereka dengan mudahnya membuang keunggulan di leg pertama, bahkan keunggulan sebesar tiga gol.

Mereka melakukannya saat digulingkan AS Roma, menang 4-1 di leg pertama, kemudian takluk 0-3 saat menyambangi Roma.

Juga saat dihajar Liverpool, menang 3-0 di leg pertama, lalu merana 0-4 di Anfield.

Sebab itu, meski Napoli tak sekuat Liverpool, ada kemungkinan mereka meniru kejutan Roma.

BACA JUGA: Aturan Baru FA Musim 2020-21 Tambahan Pelanggaran Kartu Merah

Kondisi Kedua Tim

Saat ini kondisi kedua tim tidak benar-benar baik. Barca masih dibayangi kegagalan di La Liga, Lionel Messi pun berulang kali mengatakan bahwa mereka harus berubah jika ingin menjaga peluang menjuarai Liga Champions.

Di sisi lain, ada Napoli yang terseok-seok di Serie A. Pasukan Gennaro Gattuso ini menyuguhkan performa buruk beberapa bulan terakhir, dan akhirnya hanya bisa finis di peringkat ke-7 klasemen akhir.

Duel leg pertama di kandang Napoli lalu berakhir imbang, hasil yang menguntungkan Barca. Artinya, Barca hanya perlu berusaha tidak kebobolan di leg kedua nanti.

Masalahnya, skor 1-1 di leg pertama bukanlah keunggulan besar. Jika keunggulan tiga gol saja bisa dibalikkan, jelas bahwa keunggulan agresivitas gol tandang tidaklah aman.

Titik Kelemahan Barca

Barca bakal memasuki pertandingan ini dengan kewaspadaan lebih, mereka bakal teringat kekalahan dari Roma dan Liverpool dalam dua tahun terakhir, Pada Di titik inilah Napoli bisa menghantam Barca.

Sejak musim lalu, skuad Barca diyakini menghadapi mental block yang tidak disadari saat bermain di Liga Champions.

Barca memasuki laga dengan rasa takut, seolah-olah sudah kalah sebelum bertanding.

Inilah yang bisa dimanfaatkan Napoli, tentu jika mereka bisa bermain percaya diri. Terlebih, Napoli bisa bermain sebagai tim, bukan seperti Barca yang lebih banyak bergantung pada Lionel Messi.