Discoblack-white.netWinger Bhayangkara FC, Saddil Ramdani resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pengeroyokan di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Sabtu (4/4/2020).

Awalnya Saddil dilaporkan oleh seseorang bernama Adrian ke Kepolisian Resor Kendari pada Sabtu (28/3/2020).

Lalu tepat seminggu kemudian, Saddil resmi dijadikan tersangka oleh Polres Kendari.

Baca juga: Serie A Resmi batal bergulir kembali di bulan Mei

Pelapor bernama, Adrian (21 tahun) melaporkan Saddil Ramdani terlibat pengeroyokan kepada korban bernama Irwan.

Kepolisian Resor Kendari mengeluarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) bernomor 109/III/2020/Res Kendari tertanggal 28 Maret 2020.

Dalam STPL tersebut, pelapor menjelaskan bahwa Saddil terlibat pengeroyokan bersama teman-temannya yang menyebabkan luka robek di kepala pada korban di Jal.

Chairil Anwar Kel. Wua-wua, Kec. Wua-wua, Kota Kendari pada Jumat (27/3/2020) sekitar pukul 18.30 WITA.

Pihak kepolisian kemudian melakukan penyidikan.

Manajer Baru Bhayangkara FC, I Nyoman Yogi Hermawan, saat ditemui oleh awak media dalam acara Manajer Meeting Liga 1 2020 di Hotel Century, Jakarta, (19/02/2020).

Bersamaan dengan keluarnya sikap Bhayangkara FC, Saddil pun terancam sanksi dari manajemen klub berjuluk The Guardian itu.

Menurut pasal 12 poin 2.A dalam kontrak pemain Bhayangkara FC, kontrak seorang pemain bisa berakhir jika ia terjerat hukum pidana.

Penetapan Saddil Ramdani sebagai tersangka disampaikan secara langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Muhammad Sofyan Rosyidi pada Sabtu (4/4/2020) pagi WIB.

“Untuk perkara atas nama Saddil, sudah kami naikkan ke tingkat penyidikan, sekarang statusnya (Saddil Ramdani) sudah kami naikkan jadi tersangka,” ujar Sofyan dalam rekaman wawancara.

“Saddil sudah diperiksa sebanyak dua kali. (Saksi) ada sekitar 4 atau 5 orang saksi yang telah diperiksa.”

“Sementara untuk korban, hari ini korban baru bisa diperiksa karena dari beberapa hari setelah kejadian korban baru bisa diperiksa,” tambahnya.

Saddil pun terancam hukuman penjara hingga 7 tahun.

Meski demikian, Polres Kendari belum melakukan penahanan terhadap Saddil. Mereka hanya mewajibkan Saddil untuk melapor.