Discoblack-white.net – Gelandang Manchester United, Paul Pogba, takut berdarah dan hidungnya patah sehingga menahan bola menggunakan tangan Dalam laga melawan West Ham United.

Paul Pogba dianggap menjadi biang keladi di balik hasil imbang Manchester United saat menjamu West Ham United dalam pertandingan pekan ke-37 Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Rabu (22/7/2020) waktu setempat atau Kamis dini hari WIB.

Man United sebenarnya tampil lebih mendominasi.

The Red Devils memimpin penguasaan bola dengan 57,2 persen.

Dari segi peluang, Manchester United mampu melepaskan 4 tembakan tepat sasaran.

Adapun West Ham United meluncurkan 3 shots on target.

Baca Juga: Resmi Ballon D or 2020 Dibatalkan karena Pandemi Virus Corona

Kendati mengontrol jalannya laga, Manchester United harus menerima hasil imbang 1-1.

West Ham United unggul 1-0 lebih dulu pada menit ke-45+1 karena penalti Michail Antonio.

Sementara itu, gol balasan Man United berasal dari sepakan keras kaki kiri Mason Greenwood dari dalam kotak penalti pada menit ke-51.

Kegagalan Man United mengamankan tiga poin membuat Paul Pogba menjadi sasaran kritik.

Pogba memang penyebab dari penalti yang didapat West Ham.

Semua bermula dari tendangan geledek gelandang West Ham, Declan Rice.

Rice menghunjamkan tembakan deras kaki kanan dari jarak jauh yang membuat Paul Pogba lebih memilih menahan bola menggunakan tangannya.

Keputusan Pogba membendung si kulit bulat memakai tangan membuat wasit Paul Tierney mengecek tayangan ulang dari Video Assistant Referee (VAR).

VAR membuktikan bahwa Pogba menyentuh bola dengan tangan sehingga West Ham pantas mendapat penalti.

Kritik pedas untuk Pogba pun datang dari bek kiri legendaris Manchester United, Patrice Evra.

Ungkap Evra

Evra, yang juga berasal dari Prancis seperti Pogba, memberikan pandangannya.

Sosok yang mengantarkan Manchester United menjuarai Liga Inggris sebanyak 5 kali ini menilai Pogba takut bola mengenai wajah.

“Begitu saya melihat Paul berdiri, wajahnya berkeringat dan tidak ada darah, saya tahu dia menggunakan tangannya,” kata Patrice Evra.

“Kesalahan besar. Kesalahan yang besar.”

“Paul menyadari dia melakukan kesalahan yang besar.”

“Semua penggemar United pasti lebih ingin melihat Paul Pogba berdarah, bahkan jika bola harus mematahkan hidungnya.”

“Sulit untuk membela Paul dalam hal ini,” ucap Evra lagi.