Discoblack-white.net – Pemain LA Galaxy, Joao Pedro, mengungkapkan bahwa Zlatan Ibrahimovic pernah mengancam akan membunuh rekan setimnya di klub MLS tersebut.

Zlatan Ibrahimovic menghabiskan waktu selama dua tahun membela LA Galaxy dari 2018 hingga 2019.

Ibrahimovic tidak memperpanjang kontraknya di Los Angeles dan lebih memilih untuk kembali berkiprah di Eropa bersama AC Milan pada akhir tahun 2019.

Meskipun berhasil mengantongi 53 gol dalam 58 penampilan untuk LA Galaxy, ia gagal memberikan gelar juara kepada klub yang juga pernah dibela David Beckham tersebut.

Baca Juga: Lucas Vasquez masuk Daftar Penjualan Real Madrid

Joao Pedro

Setelah kepergian pemain asal Swedia itu, pemain LA Galaxy, Joao Pedro, mengungkapkan kejadian di ruang ganti kala Ibrahimovic sangat marah dan meledak-ledak ketika menegur rekan-rekannya.

Waktu itu, Ibrahimovic terlihat sangat kesal dengan performa rekan setimnya karena dianggap meremehkan keunggulan dua gol atas lawannya,

Houston Dynamo, pada hari terakhir musim 2018.

Usai unggul 2-0 dari Houston Dynamo skuad Dominic Kinnear justru dibuat terkejut lantaran sang lawan mampu membalikkan keadaan sehingga LA Galaxy takluk 2-3 di akhir pertandingan.

Ibrahimovic yang tidak senang dengan rekan satu timnya kemudian mengeluarkan kata-kata kasar hingga mengancam akan membunuh mereka.

“Di akhir pertandingan, dia mengajak kami berbicara,” kata Pedro dikutip.

“Dia berkata, ‘Jika kalian datang ke sini untuk pergi ke pantai atau berjalan-jalan di Hollywood, katakan saja’.

“Saya memiliki 300 juta di rekening saya dan sebuah pulau, saya tidak membutuhkan itu sama sekali. Orang pertama yang mengatakan sesuatu pada saya, saya akan membunuhnya’,” ujar Pedro menjelaskan perkataan Ibrahimovic.

Sejak meninggalkan Galaxy, Zlatan Ibrahimovic memilih untuk bergabung kembali dengan AC Milan.

Pemain yang terkenal sering gonta-ganti klub itu mengklaim bahwa dirinya pemain terbaik yang pernah menghiasi MLS.

Saya telah melakukan hal-hal luar biasa dan sempurna kata Ibra Saya pikir saya adalah pemain terbaik dalam sejarah MLS, tanpa bercanda.

Saya bisa bermain seperti ini ke mana pun saya pergi itu mudah tegasnya.